pilihan +INDEKS
Masjid Raya Senapelan Pekanbaru: Menebar Kebaikan Berkelanjutan
PEKANBARU - Komitmen sosial terus ditunjukkan oleh pengurus Masjid Raya Senapelan dalam membantu masyarakat sekitar. Tidak hanya menjadi pusat ibadah, masjid bersejarah di Kota Pekanbaru ini juga aktif menjalankan program sosial, khususnya bagi kaum dhuafa dan anak yatim.
Ketua Pengurus Masjid Raya Senapelan Pekanbaru, H Juli Usman, mengatakan bahwa kepedulian terhadap anak yatim menjadi salah satu fokus utama pihaknya selama bertahun-tahun terakhir. Sebanyak 36 anak yatim yang berada di lingkungan sekitar masjid saat ini menjadi binaan tetap pengurus
“Alhamdulillah kita dari pengurus masjid banyak membantu kaum dhuafa dan anak yatim. Terkhusus anak yatim, di sekitar masjid ini jumlahnya ada 36 orang yang jadi tanggung jawab kita,” ujar H Juli Usman di Pekanbaru, Kamis (26/02/2026).
Ia menjelaskan, binaan masjid mendapatkan perhatian tidak hanya dalam bentuk santunan, tetapi juga dukungan pendidikan secara menyeluruh. Menurutnya, bantuan tersebut diberikan agar anak-anak yatim bisa menempuh pendidikan dengan layak tanpa merasa terbebani secara ekonomi.
“Biaya sekolah mereka, kita tanggung penuh. Mulai dari uang masuk sekolah, buku, pakaian, dan bahkan duit jajannya kita kasih Rp 10 ribu per orangnya,” jelasnya.
Diungkapkan, bahwa pengurus masjid ingin memastikan mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita. Program bantuan anak yatim telah berjalan kurang lebih delapan tahun secara konsisten dan berkelanjutan.
“Program membantu anak yatim ini sudah berjalan lebih kurang 8 tahunan. Jadi, anak-anak itu tinggal bilang saja ke kami masuk sekolah mana dan butuh biaya apa saja, kami siap tanggung jawab,” ungkapnya.
Diterangkan, anak-anak yatim yang menjadi binaan masjid berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan sistem pendampingan tersebut, pengurus masjid tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga berupaya memantau perkembangan pendidikan mereka agar tetap semangat belajar dan tidak putus sekolah.
Juli Usman menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan para jamaah dan donatur yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada pengurus masjid untuk dikelola secara amanah. Selain fokus pada program sosial, pihaknya juga terus mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid. Menurutnya, ramainya jamaah menjadi indikator utama keberhasilan pengurus dalam mengelola rumah ibadah.
“Harapan kami kepada masyarakat mari kita ramaikan masjid, karena barometer sukses bagi pengurus masjid ini adalah jumlah jemaah yang bisa ramai. Kalau masjid ini penuh jemaahnya tentu ini tandanya maju dan pengurus lebih bersemangat." pungkasnya.
Berita Lainnya +INDEKS
Kunjungi RSUD Arifin Achmad, TP PKK dan DWP Riau Sambut Perkembangan Positif Pasien Anak
PEKANBARU - Kunjungan Tim Penggerak PKK Provinsi Riau bersama Dharma Wanita.
Terik, Suhu Cuaca Riau Hari Ini Capai 33-34 Derajat Celsius
PEKANBARU – Cuaca di wilayah Provinsi Riau pada Minggu (1/3/2026) ter.
OMC Terus Digesa, 15 Ton Garam Disebar untuk Pancing Hujan di Langit Bumi Lancang Kuning
PEKANBARU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga saat ini ma.
DLHK : Kolaborasi Kunci Terwujudnya Green For Riau
PEKANBARU - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau menggelar Rapat Koordi.
Tahun Ini Pemprov Riau Usulkan 29 Lokasi Pembangunan KNMP ke Pusat
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun 2026 ini mengusulkan 2.
LAMR Resmi Tetapkan 23 Februari Sebagai Hari Ekosistem Riau
PEKANBARU– Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau secara resmi.
.jpeg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
