pilihan +INDEKS
Mendagri Ingatkan Daerah Waspadai Kenaikan Inflasi
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kembali memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah di Indonesia yang diselenggarakan rutin setiap minggunya, disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Senin (13/7/25).
Selain membahas terkait langkah kongkrit pengendalian inflasi, dalam rakornas kali ini sekaligus disampaikan terkait update dan data tunggal sosial dan ekonomi nasional, serta evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam program tiga juta rumah secara virtual.
Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian mengatakan bahwa secara Years on Years (YoY) Juni 2026 terhadap Juni 2025, inflasi Indonesia berada pada angka 3,34 persen.
Dia menyebutkan, angka 3,34 persen merupakan angka yang cukup aman mengingat angka yang ditetapkan pemerintah maksimal 3,5 persen. Namun menurutnya, meskipun angka inflasi normal, tim pengendalian inflasi harus terus berhati-hati agar tidak terjadi lonjakan harga.
"Inflasi diangka 3,34 persen secara YoY, angka yang masih aman tapi kita harus hati-hati karena kita berbicara tren tiga bulan terkahir menunggu kenaikan harga beberapa komoditas," katanya.
Tito Karnavian mengungkapkan, jika dilihat dari data yang dirilis BPS, dalam tiga bulan terakhir ada tiga titik kelompok penyumbang inflasi yang menunjukkan kenaikan.
Sehingga menurutnya, tim pengendalian inflasi baik pusat maupun daerah perlu banyak berusaha agar kenaikan inflasi tidak menyentuh angka 3,5 persen.
Karena jelasnya, kenaikan inflasi itu bisa memberatkan masyarakat, terutama masyarakat yang berada pada kelompok desil 1 hingga desil 4.
"Itu penyumbangnya adalah sektor makanan minuman dan tembakau, sektor transportasi karena kenaikan harga minyak, lalu sektor perawatan pribadi yaitu emas yang fluktuatif naik turun harganya," ungkap dia.
Mendagri melanjutkan, jika dilihat inflasi secara bulan kebulan yang lebih menggambarkan keadaan di bulan Juni dibandingkan bulan Mei, terdapat kenaikan sedikit dari 0,38 persen ke 0,44 persen.
Dia mengungkapkan, penyumbang andil kenaikan inflasi secara bulan ke bulan tersebut utamanya adalah sektor transportasi.
"Inflasi di sektor ini disebabkan kenaikan BBM, ditambah dengan sektor makanan dan minuman 0,2 persen. Dua hal itu perlu diwaspadai," lanjutnya.
Berita Lainnya +INDEKS
Sebagai Pemersatu Paguyuban, Bagus Santoso Apresiasi IKB Jateng
PEKANBARU -Hallokhabar.com, Sebagai Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Besar Jawa Tengah (IKB .
Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 132/BS Ajak Murid SD Inpres Wambes Berolahraga Bersama Dan Membersihkan Lingkungan.
Kab.Keerom, Hallokhabar.com – .
Menteri PUPR Pastikan Seluruh Jalan Nasional Siap Sambut Pemudik
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono .
Kementerian Agama Rilis Tarif Sertifikasi Halal, Ini Daftarnya
PEKANBARU - Kementerian Agama telah resmi menerbitkan mekanisme terbaru tarif la.
Sejumlah Pegawai Kemendikbud Positif Corona, Gedung Disterilkan
Sejumlah pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) positif corona. Mereka sebag.
Ridwan Kamil Tegaskan Tidak Ada Sekolah yang Gelar Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru
BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali menegaskan bahwa sekolah dari tingk.
.jpeg)






